Analisis Tujuan
Pendidikan Nasional
Pendidikan
nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa.,berakhlak
mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang
demokratis serta bertanggung jawab.
Manusia yang
Beriman dan Bertakwa
Beriman
berarti percaya sepenuh hati akan adanya Tuhan, Sang Pencipta alam semesta dan
segala isinya. Jadi orang beriman berarti mau, rela, ikhlas sepenuh hati
menyerahkan diri seutuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa serta melaksanakan
kehendakNya sebagai landasan hidup bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara.Ketaqwaan tidak dapat dipisahkan dari keimanan. Keimanan mendasari
ketaqwaan seseorang. Jika setiap orang di dalam kehidupan ini memiliki
ketaqwaan dan keimanan yang tinggi, mengamalkan agamanya dengan baik dan benar,
maka akan tercapai tujuan hidup manusia, yakni bahagia lahir dan batin.Adanya tujuan hidup yang sudah dijelaskan, merupakan
didikan bagi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa.Kondisi-kondisitersebutakantercapaiapabilasemuaprosespembelajarandisekolah,dapatdigunakanuntukmengembangkanpengetahuan,keimanandanketaqwaansiswa.
Manusia yang
Berakhlak Mulia
Akhlak ataupun budipekerti memegang
peranan penting dalam kehidupan manusia. Akhlak yang baik akan membedakan
antara manusia dengan hewan. Manusia yang berakhlak mulia, dapat menjaga
kemuliaan dan kesucian jiwanya, dapat mengalahkan tekanan hawa nafsu
syahwat syaitoniah, berpegang teguh kepada sendi-sendi keutamaan.
Menghindarkan diri dari sifat-sifat kecurangan, kerakusan dan kezaliman.
Manusia yang berakhlak mulia, suka tolong menolong sesama insan dan makhluk
lainnya. Mereka senang berkorban untuk kepentingan bersama.Yang
kecil hormat kepada yang tua,yang tua kasih kepada yang kecil.Manusia yang
memiliki budi pekerti yang mulia, senang kepada kebenaran dan keadilan,
toleransi, mematuhi janji, lapang dada dan tenang dalam menghadapi segala
halangan dan rintangan.
Akhlak yang baik akan mengangkat
manusia ke darjat yang tinggi dan mulia. Akhlak yang buruk akan membinasakan
seseorang insan dan juga akan membinasakan ummat manusia. Manusia yang
mempunyai akhlak yang buruk senang melakukan sesuatu yang merugikan orang lain.
Senang melakukan kekacauan, senang melakukan perbuatan yang tercela, yang akan
membinasakan diri dan masyarakat seluruhnya. DalamPengembanganmoralpeserta
didik danpendidikanmoralbagipeserta
didikberdasarkan,kurikulumberbasiskomptensi,danmenupembelajaranyangmemilikisubstansiruanglingkupkajiansebagaiberikut.latihanhiduptertibdanteratur,aturandalammelatihsosialisasi,
menanamkansikaptenggangrasadantoleransi,merangsangsikapberani,bangga,danbersyukur
kepada tuhan yang maha esa.
Manusia yang Sehat
Sekolah sehat
tidak melulu melalui pendidikan kesehatan formal, namun lebih kepada
suatu sistem untuk menciptakan suatu budaya sehat, yang bisa diaplikasikan oleh
seluruh komponen sekolah, yang nantinya akan juga bisa berimbas pada lingkungan
orang tua siswa dan masyarakat.Sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas
daripenyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia
yangmeliputi aspek fisik, emosi, sosial dan spiritual. Menurut WHO
(1947)Definisi Sehat Dalam KeperawatanSehat : Perwujudan individu yang
diperoleh melalui kepuasan dalamberhubungan dengan orang lain (Aktualisasi).
Perilaku yang sesuai dengantujuan, perawatan diri yang kompeten sedangkan
penyesesuaian diperlukanuntuk mempertahankan stabilitas dan integritas
struktural. (Pender (1982))Sehat : Fungsi efektif dari sumber-sumber perawatan
diri (self care Resouces)yang menjamin tindakanuntuk perawatan diri ( self care
Aktions) secaraadekual.Self care Resoureces : mencangkup pengetahuan, keterampilan
dansikap.Self care Aktions : Perilaku yang sesuai dengan tujuan diperlukan
untuk memperoleh, mempertahan kan dan menigkatkanfungsi psicososial da
piritual.(Paune (1983))Kesehatan menyatakan bahwa: Kesehatan adalah keadaan
sejahteradari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara
sosialdan ekonomi (UU No.23,1992)
CIRI-CIRI SEHAT
Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa
danmengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif
tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak
mengalamigangguan.Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni
pikiran,emosional, dan spiritual.
1.Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan
pikiran.
2.Emosional sehat tercermin dari
kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut,
gembira, kuatir, sedih dansebagainya.
3.Spiritual sehat tercermin dari cara
seseorang dalam mengekspresikan rasasyukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya
terhadap sesuatu di luar alam fanaini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa (Allah SWT
dalam agama Islam). Misalnyasehat
spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang.
Manusia yang Mandiri
Kemandirian akan membantu anak untuk mempunyai rasa
percaya diri dalam menginginkan dan memutuskan sesuatu bagi dirinya. Kita dapat
menumbuhkan kemandirian pada anak dengan cara membiarkannya melakukan sesuatu
yang dapat dilakukan oleh anak seusianya. Saat anak berusia 1 tahun, ajari dia
makan sendiri menggunakan sendok, satu tahun berikutnya ajari dia berpakaian
sendiri. Buatlah menjadi lebih mudah sesuatu yang dapat ia lakukan sendiri,
seperti membelikannya sepatu tanpa tali pengikat, atau kaos yang agak longgar
sehingga ia dapat mengenakannya sendiri. Namun saat anak membutuhkan bantuan
kita, berikan kepastian bahwa kita akan membantunya. Angkatlah ia supaya dapat
mengambil mainan yang diinginkannya, saat ia tidak dapat menjangkaunya. Sesuai
dengan pertambahan usianya, buatlah situasi di mana ia harus memilih satu dari
beberapa pilihan. Kunci keberhasilan untuk menumbuhkan kemandirian pada anak
adalah fleksibilitas, menyesuaikan perilaku saat kita berinteraksi dengan sang
anak. Arahkan mereka hanya pada awalnya, kemudian biarkan mereka melakukan dan
memutuskan sendiri sesuatu sesuai dengan proses perkembangannya menjadi dewasa.
Jika orang tua mengintervensi terlalu banyak, anak akan sulit menumbuhkan rasa
percaya diri pada kemampuan sendiri dan ia tak dapat belajar untuk bertahan
saat ia menghadapi kesulitan.
Berbicara
tentang tujuan pendidikan, mau tidak mau mengajak kita berbicara tentang tujuan
hidup. Sebab pendidikan memiliki tujuan untuk memelihara kehidupan
manusia. Pendidikan merupakan suatu alat yang digunakan oleh manusia
untuk memelihara kelanjutan hidupnya, baik sebagai individu maupun anggota
masyarakat. Tujuan utama dari pendidikan Islam ialah mencapai ridla Allah.
Dengan pendidikan diharapkan akan lahir individu-individu yang baik, bermoral,
berkualitas sehingga bermanfaat bagi dirinya, keluarganya, masyarakatnya,
bangsanya serta umat manusia umumnya. Manusia adalah fokus utama dari
pendidikan. Ia terdiri dari jasmani dan rohani. Karenanya institusi pendidikan
seharusnya lebih memfokuskan perhatiannya kepada substansi kemanusiaan, membuat
system yang mendukung kepada terbentuknya manusia yang baik. Pendidikan
diharapkan mampu mengantarkan anak didik untuk memiliki kemakmuran materi dan
juga individu yang memiliki kebahagiaan dunia dan akherat.
Tujuan pendidikan identik dengan gambaran manusia terbaik
menurut orang-orang tertentu. Kualitas hidup seseorang ditentukan oleh
pandangan hidupnya. Bila pandangan hidupnya berupa agama, maka manusia yang
baik yang menjadi tujuan pendidikan adalah manusia yang baik menurut agamanya,
terdapat dalam Al Qur’an Allah berfiman dalam Surat Al Baqarah ayat 1-5 .
Manusia yangBerilmu
Proses pendidikan adalah upaya transfer ilmu
pengetahuan masa lampau yang dianggap baik.Ilmu
menurut bahasa artinya pengetahuan atau kepandaian.Berilmu artinya memiliki pengetahuan
atau kepandaian.Orang yang berilmu adalah orang yang memiliki pengetahuan atau
kepandaian.Islam menghendaki umatnya menjadi orang-orang yang berilmu baik ilmu
agama maupun umum.Ilmu merupakan barang berharga bagi kehidupan seseorang.Ilmu
itu bgaikan lampu atau cahaya bahwa sesungguhnya seseorang itu tidak dapat
berjalan dalam keadaan gelap gulita, kecuali dengan cahaya.Demikian pula
halnya, orang tidak dapat membedakan antara baik dan buruk kecuali dengan ilmu.
Begitu
tingginya perhatiaan Islam terhadap ilmu, sehingga ayat-ayat yang pertama
diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad adalah perintah menuntut ilmu, yaitu QS
Al-Alaq 1-5
Dalam
menunjang pengembangan yang lebih baik, sumberdaya yang ada dalam pemerintahan
maupun masyarakat sendiri harus selalu mencari pengembangan dan motivasi
dibidang keilmuan secara terus menerus dan berkesinambungan, sehingga tercipta
tatanan program pendidikan nasional yang memadai, baik saat ini
maupun masa depan.
Manusia yang Kreatif
Kata kreatif berasal dari bahasa Inggris “create”
yang berarti menciptakan, “creation” = ciptaan. Sedangkan “creative” berarti
memiliki daya cipta.Jadi kreatif adalah memiliki kemampuan untuk menciptakan
atau menghasilkan sesuatu yang baru.Orang yang kreatif selalu melihat dan
berfikir bahwa alam di sekitarnya dapat dimanfaatkan untuk keperluan hidup
manusia.Ia yakin, bahwa Allah mwenciptakan alam ini tidak sia-sia, sebagaimana
firman Allah dalam QS Ali Imran: 191, Artinya:”
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam
keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi
(seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan
sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka.”
kurikulum
harus mengandung hal-hal baru sehingga dapat membantu siswa untuk dapat
mengembangkan setiap potensi yang dimilikinya agar dapat berperan aktif dalam
kehidupan bermasyarakat yang dinamis.
Dari segi pengertian cakap atau
kecakapan merupakan kemampuanberfikir kreatif meskipun menghadapi hambatan
dalam melaksanakan sesuatuSecara umum pendidikan yang bertujuan memfungsikan
pendidikan sesuaidengan fitrahnya, yaitu mengembangkan potensi manusiawi
peserta didik untukmenghadapi perannya di masa yang akan datang. Orientasi pendidikan dalamupaya
pembentukan pribadi yang cakap secara khusus memiliki tujuan sebagaiberikut; Mengaktualisasikan
potensi peserta didik sehingga dapat digunakan untukmemecahkan problema yang
dihadapi.Memberikan kesempatan kepada sekolah untuk mengembangkanpembelajaran
yang fleksibel, sesuai dengan dengan prinsip pendidikanberbasis
luasc.Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dilingkungan sekolah denganmemberi
peluang pemanfaatan sumber daya yang ada dimasyarakat.Kecakapan hidup dapat
dipilah menjadi empat jenis yaitu:
a. Kecakapan personal, Kecakapan personal adalah kecakapan
mengenal diri dan berpikirrasional. Kecakapan mengenal diri merupakan
penghayatan diri sebagaimakhluk Tuhan Yang Maha Esa, anggota masyarakat dan
warga negara, sertamenyadari dan mensyukuri kelebihan dan kekurangan yang
dimiliki sekaligusmenjadikannya sebagai modal dalam meningkatkan dirinya
sebagai individuyang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Sedangkan
kecakapan berpikirrasional mencakup kecakapan menggali dan menemukan
informasi(Information searching), kecakapan mengolah informasi dapat
mengambilkeputusan (Information processing and diction making skill), seta
kecakapanmemecahkan masalah secara kreatif.
b. Kecakapan social, Kecakapan sosial atau kecakapan
antar personal mencakup kecakapankomunikasi (communication skill) dengan empati
dan kecakapan bekerjasama(Collaboration skill).
c. Kecakapan akademik, Kecakapan
akademik merupakan kemampuan berfikir ilmiah.Kecakapan akademik mencakup antara
lain kecakapan melakukan identifikasivariabel dan menjelaskanhubungnnya pada
suatu fenomena tertentu,merumuskan hipotesis terhadap suatu rangkaian kejadian
serta merancang danmelaksanakan penelitian untuk membuktikan suatu gagasan
ataukeingintahuan.
d. Kecakapan vokasional, Kecakapan vokasional merupakan
kecakapan yang dikaitkan denganbidang pekerjaan tertentu yang terdapat di
masyarakat. Kecakapan vokasionaladalah kecakapan yang diyakini dapat menjadikan
seseorang mampumendapatkan penghasilan guna menopang kebutuhannya. Sehingga
dalamkecakapan ini peserta didik seperti diberi bekal keterampilan untuk
memasukisuatu lapangan pekerjaan tertentu.
Manusia yang Demokratis
Secara sederhana demokrasi seringkali
diartikan dengan dari, oleh, dan untuk rakyat. Namun perlu juga kita ketahui
definisi dari demokrasi yang sangat menarik, misalnya sebagaimana diutarakan
oleh Pericles (sekitar 495 – 429 SM), dia berkata, “Seorang warga Athena tidak
menelantarkan negara demi kepentingan sendiri…semua dari kita harus memiliki
gagasan-gagasan politik yang jelas.Seseorang yang tidak mempunyai perhatian
terhadap kepentingan umum, di mata kita tidak berbahaya, tetapi tidak
berharga.demokrasi adalah cara pembentukan kebijaksanaan yang ada selama
anggota-anggota suatu kelompok mempunyai kemungkinan untuk mempengaruhi secara
langsung atau tidak langsung isi, proses dan dampak dari kebijaksanaan kelompok
itu. Maka demokrasi politik adalah demokrasi di dalam sistem politik. Demokrasi
juga merupakan proses pembentukan kebijaksanaan politik. Demokrasi dan
demokratisasi dipertahankan dengan mengingat tujuan-tujuan yang sangat
berbeda-beda, umpamanya kebebasan, persamaan dan persaudaraan atau efektivitas
dan keabsahan.
Dalam
halini pendidikan sebagai urusan mewariskan milik social kepada generasi
muda, pendidikan adalah proses sosialisasi individu Hal ini lebih
menekankan pada dimesnsi tingkah laku yang bersifat tuntutan individual,
kepribadian dan persorangan. Pendidikan dibataskan sebagai urusan membantu
seseorang mengembangkan kepribadiannya seoptimal mungkin.
Manusia yang Bertanggung Jawab
Melalui kurikulum siswa
perlu memahami dan menyadari norma-norma dan pandangan hidup masyarakatnya,
sehingga ketika kembali ke masyarakat, dapat menjunjung tinggi dan berperilaku
sesuai dengan norma-norma. Kurikulum merupakan fungsi untuk mempersiapkan anak
didik agar menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab , menjadi warga
negara yang baik dan bertanggung jawab.Tanggung jawab menurut kamus umum
Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.Tanggung
jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang
disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat
sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Manusia itu berjuang memenuhi keperluannya sendiri atau
untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia manghadapi manusia lain dalam
masyarakat atau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang
ikut menentukan yaitu kekuasaan Tuhan.
Nama : Syamsuri
Nim : 200905010090
Prodi / Smt : PAI Pagi / VI
Matkul : Pengembangan Kurikulum PAI
Dosen : Dr. H. A. Hamid Syarief. M. H
Analisis Tujuan
Pendidikan Nasional
Pendidikan
nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa.,berakhlak
mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang
demokratis serta bertanggung jawab.
Manusia yang
Beriman dan Bertakwa
Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabatdalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya
potensipeserta didik Sesuai dengan tujuan yang sudah ada system pembelajaran diIndonesia
mampu menciptakan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa
serta berilmu pengetahuan yang tinggi. Kondisi-kondisi tersebut akan tercapai apaabila semua proses pembelajaran di sekolah,dapat
digunakan untuk mengembangkan pengetahuan, keimanan dan ketaqwaan siswa.Ini dilakukan
untuk mengetahui pengaruh pengaitan nilai keimanan dan ketaqwaan pada pembelajaran
terhadap motivasi belajar,prestasibelajar dan persepsi siswa terhadap pembelajaran
tersebut.Benih iman yang dibawa
sejak dalam kandungan memerlukanpemupukan yang berkesinambungan.Benih yang
unggul apabila tidak disertai pemeliharaan yang intensif, besar
kemungkinan menjadi punah.Demikian juga benih iman.Berbagai pengaruh terhadap
seseorang, baik datang dari lingkungan keluarga, masyarakat, pendidikan,
maupunlingkungan benda-benda mati seperti cuaca, tanah, air.Dan lingkunganflora
dan fauna. Pada dasarnya proses pembentukan iman diawali denganproses
perkenalan, kemudian meningkat menjadi senang/benci.Disamping proses
pengenalan, proses pembiasaan juga perludiperhatikan, karena tanpa pembiasaan,
seseorang bisa saja semula benciberubah menjadi senang. Seseorang harus di
biasakan untuk menaatiperintahnya, dan menjauhi larangannya.
Sekolah merupakan
suatu tempat berupaya atau proses yg dilakukan
secara sadar dan terencana membantu peserta didik melalui pembinaan asuhan bimbingan
dan pengembangan potensi mereka secara optimal agar nanti dapat memahami
menghayati dan mengamalkan ajarannya sebagai keyakinan dan pandangan hidup demi
keselamatan di dunia dan akherat.
Manusia yang Berakhlak Mulia,
Kompetensi
dan hasil belajar yang ingin dicapai pada aspek pengembangan moral dan
nilai-nilai agama adalah kemampuan melakukan ibadah, mengenal dan percaya akan
ciptaan tuhan kebiasaan-kebiasaan yang baik. Pembentukan perilaku melalui
pembiasaan yang dimaksud meliputi pembentukan moral Agama, Pancasila,
perasaan/emosi, kemampuan bermasyarakat dan disiplin.Manusia yang berakhlak
mulia, suka tolong menolong sesama insan dan makhluk lainnya.Mereka senang
berkorban untuk kepentingan bersama.Yang kecil hormat kepada yang tua,yang
tua kasih kepada yang kecil.Manusia yang memiliki budi pekerti yang mulia,
senang kepada kebenaran dan keadilan, toleransi, mematuhi janji, lapang dada
dan tenang dalam menghadapi segala halangan dan rintangan.
Manusia yang Sehat,
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Unesco
pada tahun 2009, Sekolah-sekolah di Eropa khususnya di Inggris sedang
digalakkan kesadaran akan pentingnya pembangunan kesehatan di bidang promotif
dan preventif, bukan hanya di bidang kuratif. Meskipun di sekolah-sekolah
tersebut terdapat dokter, tidaklah dapat menjamin bahwa sekolah tersebut
merupakan sekolah sehat.Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu
berhubungan denganorang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan
ras, suku,agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan
sebagainya, sertasaling toleran dan menghargai.Kesehatan dari aspek ekonomi
terlihat bila seseorang (dewasa) produktif,dalam arti mempunyai kegiatan yang
menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau
keluarganya secara finansial. Bagimereka yang belum dewasa (siswa atau mahasiswa) dan usia
lanjut (pensiunan), dengan sendirinya batasan ini tidak berlaku. Oleh
sebab itu, bagikelompok tersebut, yang berlaku adalah produktif secara social.seluruh komponen sekolah, yang
nantinya akan juga bisa berimbas pada lingkungan orang tua siswa dan
masyarakat. Oleh karena itu kesehatan juga mempunyai peran penting dalam proses
kegiatan belajar mengajar.
Manusia yang
berilmu,
Penyelenggaraan kegiatan bidang
pendidikan oleh anggota masyarakat dalam kegiatan belajar-mengajar adalah
bentuk sinergi untuk memajukan sistem dan tujuan pendidikan nasional Indonesia,
sehingga angka kebutuhan dasar dibidang pendidikan dapat semakin ditekan.Ilmu itu bgaikan lampu atau cahaya bahwa sesungguhnya
seseorang itu tidak dapat berjalan dalam keadaan gelap gulita, kecuali dengan
cahaya.Demikian pula halnya, orang tidak dapat membedakan antara baik dan buruk
kecuali dengan ilmu. Begitu pula orang akan berilmu ketika manusia itu
mengalami proses pendidikan, ketentuan tentangsistem
pendidikan nasional yang berlaku, selalu mengikuti perkembangan dan perubahan
aturan yang diberikan oleh pemerintah. Hal ini pun mengacu pada
kebutuhan-kebutuhan tertentu baik dari para analis dan kritikus maupun berasal
dari pemerintah.
Manusia yang
Kreatif,
Dalam peran kreatifnya, kurikulum harus
mengandung hal-hal baru sehingga dapat membantu siswa untuk dapat mengembangkan
setiap potensi yang dimilikinya agar dapat berperan aktif dalam kehidupan
bermasyarakat yang dinamis. Kurikulum yang tidak mengandung unsur-unsur baru,
akan menghasilkan pendidikan yang ketinggalan zaman, sehingga berarti bahwa apa
yang diberikan sekolah bagi siswa menjadi kurang bermakna, karena tidak relevan
lagi dengan kebutuhan dan tuntutan sosial masyarakat.Kreatif adalah memiliki kemampuan untuk menciptakan atau
menghasilkan sesuatu yang baru. Kreatif identik dengan kecakapan, adapun Kecakapan
socialatau kecakapan antar personal mencakup kecakapankomunikasi (communication
skill) dengan empati dan kecakapan bekerjasama(Collaboration skill).Kecakapan
akademikmerupakan kemampuan berfikir ilmiah.Kecakapan akademik mencakup antara
lain kecakapan melakukan identifikasivariabel dan menjelaskanhubungnnya pada
suatu fenomena tertentu,merumuskan hipotesis terhadap suatu rangkaian kejadian
serta merancang danmelaksanakan penelitian untuk membuktikan suatu gagasan
ataukeingintahuan.Kecakapan vokasional merupakan kecakapan yang dikaitkan
denganbidang pekerjaan tertentu yang terdapat di masyarakat. Kecakapan
vokasionaladalah kecakapan yang diyakini dapat menjadikan seseorang
mampumendapatkan penghasilan guna menopang kebutuhannya.Sehingga dalamkecakapan
ini peserta didik seperti diberi bekal keterampilan untuk memasukisuatu
lapangan pekerjaan tertentu.
Manusia yang
Mandiri
Setiap manusia dilahirkan dalam kondisi yang tidak berdaya,
ia akantergantung pada orang tua dan orang-orang yang ada dilingkungannya
hinggawaktu tertentu. Seiring dengan berlakunya waktu dan
perkembanganselanjutnya, seorang anak akan berlahan-lahan akan melepaskan diri
dariketergantungannya para orangtua atau orang lain di sekitarnya dan belajar
untuk mandiri. Hal ini merupakan suatu proses alamiah yang dialami olehsemua
mahluk hidup, tidak terkecuali manusia. Mandiri atau sering jugadisebut berdiri
diatas kaki sendiri merupakan kemampuan seseorang untuktidak tergantung pada
orang lain serta bertanggung jawab atas apa yangdilakukannya. Kemandirian dalam
konteks individu tentu memiliki aspekyang lebih luas dari sekedar aspek
fisik.Menurut Sumahamijaya etal(2003), Kemandirian berasal dari katamandiri
yang berarti dalam keadaan dapat berdiri sendiri, tidak bergantungpada orang
lain, tapi menggunakan kekuatan sendiri. Kemandirian diartikansebagai suatu hal
atau keadaan dapat berdiri sendiri tanpa bergantung kepadaorang lain.Pieget
dalam Tahar (2005), menjelaskan bahwa tujuan jangka panjang pendidikan adalah
mengembangkan kemandirian belajar siswa. Kemandirianitu mencakup tiga aspek,
yaitu kemandirian moral, kemandirian intelektual,dan kemandirian sebagai salah
satu tujuan pendidikan. Selanjutnya Piegetmemberikan batasan mengenai
kemandirian sebagai suatu kemampuan seseorang membuat keputusan bagi dirinya
sendiri, tetapi kemandirian tidaksama dengan kebebasan mutlak. Kemandirian
berarti memperhitungkan semua faktor yang relevan dalam menentukan arah
tindakan yang terbaik bagisemua yang berkepentingan Kemandirian, menurut Sutari
Imam Banarbid (1982), meliputi“perilaku mampu berinisiatif, mampu mengatasi
hambatan / masalah,mempunyai rasa percaya diri dan dapat melakukan sesuatu
sendiri tanpa oranglain”. Pendapat tersebut juga diperkuat oleh kartini dan
dali(1987) yang mengatakan bahwa kemandirian bahwa kemandirian adalah”hasrat
untukmengerjakan segala sesuatu bagi diri sendiri”. Secara singkat
dapatdisimpulkan bahwa kemandirian mengandung pengertian:a. Suatu keadaan
dimana seseorang yang memiliki hasrat bersaing untukmaju demi kebaikan
dirinyab.
Mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk mengatasi
masalah yang dihadapi.Memeliki kepercayaan diri dalam mengerjakan
tugas-tugasnyad. Bertanggungjawab terhadap apa yang dilakukan. Robert havigurst
(1972) menambahkan bahwa kemandirian terdiri daribeberapi aspek, yaitu:
a. Emosi, aspek iniditujukan dengan kemampuan mengontrol
emosi dantidak tergantungnya kebutuhan emosi dari orangtua.
b. Ekonomi, aspek ini ditinjau dengan kemampuan mengatur
ekonomi dantidak tergantungnya kebutuhan ekonomi pada orangtua.
c. Intelektual, aspek ini ditujukan dengan kemampuan untuk
mengatasiberbagai masalah yang dihadapi.
d. Sosial, aspek ini ditunjukkan dengan
kemampuan untuk mengadakaninteraksi dengan orang lain dan tidak tergantung atau
menunggu aksi dariorang lain.Dari beberapa pendapat dapat diidentifikasi
beberapa karakterkemandirian belajar. Karakter itu antara lain : (1). Percaya Diri, (2).
Tidakmenyandarkan diri pada orang lain, (3). Mau berbuat sendiri,
(4).Bertanggung jawab, (5). Ingin berprestasi tinggi, (6).
Menggunakanpertimbangan rasional dalam memberikan penilaian, mengambil
keputusan,dan memecahkan masalah, serta menginginkanrasa bebas, (7).
Selalumempunyai gagasan baru.Jadi, kemandirian merupakan suatu sikp individu
yang diperolahsecara kumulatif selama perkembangan, dimana individu akan terus
belajaruntuk bersikap mandiri dalam menghadapi berbagai situasi dilingkungan,sehingga individu pada
akhirnya akan mampu berpikir dan bertindak sendiri.Dengan kamandiriannya
seseorang dapat memilih jalan hidupnya untuk dapatberkembang dengan lebih
mantap.Sedangkan kemandirian dalam belajar diartikan sebagai aktivitasbelajar
berlangsung lebih didorong oleh kemauan sendiri, pilihan sendiri,tanggung jawab
sendiri dari belajar.
Manusia
yang Demokratis
Demokrasi dan demokratisasi dipertahankan dengan mengingat
tujuan-tujuan yang sangat berbeda-beda, umpamanya kebebasan, persamaan dan
persaudaraan atau efektivitas dan keabsahan.Demokrasi adalah suatu pengertian
yang mempunyai tingkatan-tingkatan tersendiri.Perbedaan yang sebenarnya relevan
adalah membandingkan antara sistem politik yang lebih demokratis atau kurang
demokratis bila dibandingkan dengan sistem yang demokratis atau tidak
demokratis.Tingkatan demokrasi secara positif, dalam arti mampu menjamin kebutuhan
dan penyaluran kepentingan politik warganya secara tepat dicapai melalui
berbagai metode demokrasi yang berbeda-beda.Schumpeter mendefinisikan metoda
demokrasi sebagai peraturan kelembagaan yang ditujukan pada pembentukan
keputusan dimana individu-individu memperoleh hak mengambil keputusann melalui
kompetisi suara para warga yang bersangkutan.Lawan dari sistem demokrasi adalah
otokrasi yaitu apabila pembentukan keputusan atau kebijaksanaan politik hanya
dilakukan oleh segelintir elit politik baik itu secara langsung maupun tidak
langsung.
Perlu juga dipahami bahwa demokrasi bukanlah sebuah tujuan
akhir merupakan tujuan antara (sarana) bagi pencapaian tujuan lainnya yang
lebih absolut yaitu kebebasan, persamaan dan kebersamaan, serta toleransi kehidupan
politik.Dalam konteks ilmu negara, tujuan demokrasi adalah membentuk republik
yang non tiranik.Oleh sebab itulah demokrasi mengharuskan pembagian dan atau
pemisahan kekuasaan politik untuk menjamin tata kelola republik menjadi
demokratis.
Manusia yang Bertanggung Jawab,
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku
atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab
juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Manusia itu berjuang memenuhi keperluannya sendiri atau
untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia manghadapi manusia lain dalam
masyarakat atau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia juga
menuadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan yaitu kekuasaan Tuhan.
(a) Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggug
jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi
kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia
pribadi.
(b)
Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga
merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami-istri, ayah-ibu dan
anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota
keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini
menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan
kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
(c) Tanggung jawab terhadap Masyarakat
Pada
hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan
kedudukannya sebagai mahluk sosial.
(d)
Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara
Suatu
kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu
negara.Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh
norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh Negara.
(e)
Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa
tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung
jawab langsang terhadap Tuhan.Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari
hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui
berbagai macam agama.
Karena itu kurikulum harus memberikan
pengalaman belajar kepada anak didik agar mampu menginternalisaasi nili-nilai
dalam masyarakat, memahami hak dan kewajibannya sebagai anggota masyarakat dan
makhluk sosial, Fungsi ini harus ada dan diikuti setiap siswa di semua jenis
dan jenjang pendidikan.
Komentar
Posting Komentar