SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

Gambar
A. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia Masuknya Islam ke Indonesia membawa tradisi pendidikan yang erat kaitannya dengan dakwah. Pada awalnya, pendidikan dilakukan secara sederhana di surau, masjid, atau rumah para ulama. Materi pembelajaran berfokus pada dasar-dasar agama, seperti membaca Al-Qur’an, tata cara ibadah, serta pembinaan akhlak. Seiring perkembangan zaman, lahirlah lembaga pendidikan tradisional yaitu pesantren. Pesantren berfungsi sebagai pusat keilmuan Islam sekaligus benteng moral masyarakat. Para santri dididik dengan kitab kuning (turats), mencakup ilmu fiqih, akidah, tasawuf, dan ilmu alat seperti nahwu dan sharaf. Al-Zarnuji dalam Ta‘lim al-Muta‘allim menekankan pentingnya sanad dalam pendidikan: العِلْمُ دِينٌ يُدَانُ بِهِ، فَيَنْبَغِي لِطَالِبِ العِلْمِ أَنْ يَنْظُرَ عَمَّنْ يَأْخُذُ دِينَهُ “Ilmu adalah bagian dari agama yang dengannya manusia beragama. Maka seorang penuntut ilmu harus memperhatikan dari siapa ia mengambil ilmunya.” Tradisi pesantren membuktika...

Analisis Tujuan Pendidikan Nasional



Analisis Tujuan Pendidikan Nasional

Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.,berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Manusia yang Beriman dan Bertakwa
Beriman berarti percaya sepenuh hati akan adanya Tuhan, Sang Pencipta alam semesta dan segala isinya. Jadi orang beriman berarti mau, rela, ikhlas sepenuh hati menyerahkan diri seutuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa serta melaksanakan kehendakNya sebagai landasan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Ketaqwaan tidak dapat dipisahkan dari keimanan. Keimanan mendasari ketaqwaan seseorang. Jika setiap orang di dalam kehidupan ini memiliki ketaqwaan dan keimanan yang tinggi, mengamalkan agamanya dengan baik dan benar, maka akan tercapai tujuan hidup manusia, yakni bahagia lahir dan batin.Adanya tujuan hidup yang sudah dijelaskan, merupakan didikan bagi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa.Kondisi-kondisitersebutakantercapaiapabilasemuaprosespembelajarandisekolah,dapatdigunakanuntukmengembangkanpengetahuan,keimanandanketaqwaansiswa.
Manusia yang Berakhlak Mulia
Akhlak ataupun budipekerti memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Akhlak yang baik akan  membedakan antara manusia dengan hewan. Manusia yang berakhlak mulia, dapat menjaga kemuliaan dan kesucian jiwanya, dapat mengalahkan tekanan hawa nafsu syahwat  syaitoniah, berpegang teguh kepada sendi-sendi keutamaan. Menghindarkan diri dari sifat-sifat kecurangan, kerakusan dan kezaliman. Manusia yang berakhlak mulia, suka tolong menolong sesama insan dan makhluk lainnya. Mereka senang berkorban untuk kepentingan bersama.Yang kecil hormat kepada yang tua,yang tua kasih kepada yang kecil.Manusia yang memiliki budi pekerti yang mulia, senang kepada kebenaran dan keadilan, toleransi, mematuhi janji, lapang dada dan tenang dalam menghadapi segala halangan dan rintangan.
Akhlak yang baik akan mengangkat manusia ke darjat yang tinggi dan mulia. Akhlak yang buruk akan membinasakan seseorang insan dan juga akan membinasakan ummat manusia. Manusia yang mempunyai akhlak yang buruk senang melakukan sesuatu yang merugikan orang lain. Senang melakukan kekacauan, senang melakukan perbuatan yang tercela, yang akan membinasakan diri dan masyarakat seluruhnya. DalamPengembanganmoralpeserta didik  danpendidikanmoralbagipeserta didikberdasarkan,kurikulumberbasiskomptensi,danmenupembelajaranyangmemilikisubstansiruanglingkupkajiansebagaiberikut.latihanhiduptertibdanteratur,aturandalammelatihsosialisasi, menanamkansikaptenggangrasadantoleransi,merangsangsikapberani,bangga,danbersyukur kepada tuhan yang maha esa.
Manusia yang Sehat
Sekolah sehat tidak melulu melalui pendidikan kesehatan  formal, namun lebih kepada suatu sistem untuk menciptakan suatu budaya sehat, yang bisa diaplikasikan oleh seluruh komponen sekolah, yang nantinya akan juga bisa berimbas pada lingkungan orang tua siswa dan masyarakat.Sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas daripenyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yangmeliputi aspek fisik, emosi, sosial dan spiritual. Menurut WHO (1947)Definisi Sehat Dalam KeperawatanSehat : Perwujudan individu yang diperoleh melalui kepuasan dalamberhubungan dengan orang lain (Aktualisasi). Perilaku yang sesuai dengantujuan, perawatan diri yang kompeten sedangkan penyesesuaian diperlukanuntuk mempertahankan stabilitas dan integritas struktural. (Pender (1982))Sehat : Fungsi efektif dari sumber-sumber perawatan diri (self care Resouces)yang menjamin tindakanuntuk perawatan diri ( self care Aktions) secaraadekual.Self care Resoureces : mencangkup pengetahuan, keterampilan dansikap.Self care Aktions : Perilaku yang sesuai dengan tujuan diperlukan untuk memperoleh, mempertahan kan dan menigkatkanfungsi psicososial da piritual.(Paune (1983))Kesehatan menyatakan bahwa: Kesehatan adalah keadaan sejahteradari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosialdan ekonomi (UU No.23,1992)
CIRI-CIRI SEHAT
Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa danmengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalamigangguan.Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran,emosional, dan spiritual.
1.Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.
2.Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dansebagainya.
3.Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasasyukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fanaini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa (Allah SWT dalam agama Islam). Misalnyasehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang.

Manusia yang Mandiri
Kemandirian akan membantu anak untuk mempunyai rasa percaya diri dalam menginginkan dan memutuskan sesuatu bagi dirinya. Kita dapat menumbuhkan kemandirian pada anak dengan cara membiarkannya melakukan sesuatu yang dapat dilakukan oleh anak seusianya. Saat anak berusia 1 tahun, ajari dia makan sendiri menggunakan sendok, satu tahun berikutnya ajari dia berpakaian sendiri. Buatlah menjadi lebih mudah sesuatu yang dapat ia lakukan sendiri, seperti membelikannya sepatu tanpa tali pengikat, atau kaos yang agak longgar sehingga ia dapat mengenakannya sendiri. Namun saat anak membutuhkan bantuan kita, berikan kepastian bahwa kita akan membantunya. Angkatlah ia supaya dapat mengambil mainan yang diinginkannya, saat ia tidak dapat menjangkaunya. Sesuai dengan pertambahan usianya, buatlah situasi di mana ia harus memilih satu dari beberapa pilihan. Kunci keberhasilan untuk menumbuhkan kemandirian pada anak adalah fleksibilitas, menyesuaikan perilaku saat kita berinteraksi dengan sang anak. Arahkan mereka hanya pada awalnya, kemudian biarkan mereka melakukan dan memutuskan sendiri sesuatu sesuai dengan proses perkembangannya menjadi dewasa. Jika orang tua mengintervensi terlalu banyak, anak akan sulit menumbuhkan rasa percaya diri pada kemampuan sendiri dan ia tak dapat belajar untuk bertahan saat ia menghadapi kesulitan.
Berbicara tentang tujuan pendidikan, mau tidak mau mengajak kita berbicara tentang tujuan hidup. Sebab pendidikan memiliki tujuan  untuk memelihara kehidupan manusia. Pendidikan merupakan suatu alat  yang digunakan oleh manusia untuk memelihara kelanjutan hidupnya, baik sebagai individu maupun anggota masyarakat. Tujuan utama dari pendidikan Islam ialah mencapai ridla Allah. Dengan pendidikan diharapkan akan lahir individu-individu yang baik, bermoral, berkualitas sehingga bermanfaat bagi dirinya, keluarganya, masyarakatnya, bangsanya serta umat manusia umumnya. Manusia adalah fokus utama dari pendidikan. Ia terdiri dari jasmani dan rohani. Karenanya institusi pendidikan seharusnya lebih memfokuskan perhatiannya kepada substansi kemanusiaan, membuat system yang mendukung kepada  terbentuknya manusia yang baik. Pendidikan diharapkan mampu mengantarkan anak didik untuk memiliki kemakmuran materi dan juga individu yang memiliki kebahagiaan dunia dan akherat.
Tujuan pendidikan identik dengan gambaran manusia terbaik menurut orang-orang tertentu. Kualitas hidup seseorang ditentukan oleh pandangan hidupnya. Bila pandangan hidupnya berupa agama, maka manusia yang baik yang menjadi tujuan pendidikan adalah manusia yang baik menurut agamanya, terdapat dalam Al Qur’an Allah berfiman dalam Surat Al Baqarah ayat 1-5 .

Manusia yangBerilmu
Proses pendidikan adalah upaya transfer ilmu pengetahuan masa lampau yang dianggap baik.Ilmu menurut bahasa artinya pengetahuan atau kepandaian.Berilmu artinya memiliki pengetahuan atau kepandaian.Orang yang berilmu adalah orang yang memiliki pengetahuan atau kepandaian.Islam menghendaki umatnya menjadi orang-orang yang berilmu baik ilmu agama maupun umum.Ilmu merupakan barang berharga bagi kehidupan seseorang.Ilmu itu bgaikan lampu atau cahaya bahwa sesungguhnya seseorang itu tidak dapat berjalan dalam keadaan gelap gulita, kecuali dengan cahaya.Demikian pula halnya, orang tidak dapat membedakan antara baik dan buruk kecuali dengan ilmu.
Begitu tingginya perhatiaan Islam terhadap ilmu, sehingga ayat-ayat yang pertama diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad adalah perintah menuntut ilmu, yaitu QS Al-Alaq 1-5
Dalam menunjang pengembangan yang lebih baik, sumberdaya yang ada dalam pemerintahan maupun masyarakat sendiri harus selalu mencari pengembangan dan motivasi dibidang keilmuan secara terus menerus dan berkesinambungan, sehingga tercipta tatanan program pendidikan nasional yang memadai, baik saat ini maupun masa depan.
Manusia yang Kreatif
Kata kreatif berasal dari bahasa Inggris “create” yang berarti menciptakan, “creation” = ciptaan. Sedangkan “creative” berarti memiliki daya cipta.Jadi kreatif adalah memiliki kemampuan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru.Orang yang kreatif selalu melihat dan berfikir bahwa alam di sekitarnya dapat dimanfaatkan untuk keperluan hidup manusia.Ia yakin, bahwa Allah mwenciptakan alam ini tidak sia-sia, sebagaimana firman Allah dalam QS Ali Imran: 191, Artinya:” (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka.”
kurikulum harus mengandung hal-hal baru sehingga dapat membantu siswa untuk dapat mengembangkan setiap potensi yang dimilikinya agar dapat berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat yang dinamis.
Dari segi pengertian cakap atau kecakapan merupakan kemampuanberfikir kreatif meskipun menghadapi hambatan dalam melaksanakan sesuatuSecara umum pendidikan yang bertujuan memfungsikan pendidikan sesuaidengan fitrahnya, yaitu mengembangkan potensi manusiawi peserta didik untukmenghadapi perannya di masa yang akan datang. Orientasi pendidikan dalamupaya pembentukan pribadi yang cakap secara khusus memiliki tujuan sebagaiberikut; Mengaktualisasikan potensi peserta didik sehingga dapat digunakan untukmemecahkan problema yang dihadapi.Memberikan kesempatan kepada sekolah untuk mengembangkanpembelajaran yang fleksibel, sesuai dengan dengan prinsip pendidikanberbasis luasc.Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dilingkungan sekolah denganmemberi peluang pemanfaatan sumber daya yang ada dimasyarakat.Kecakapan hidup dapat dipilah menjadi empat jenis yaitu:
a. Kecakapan personal, Kecakapan personal adalah kecakapan mengenal diri dan berpikirrasional. Kecakapan mengenal diri merupakan penghayatan diri sebagaimakhluk Tuhan Yang Maha Esa, anggota masyarakat dan warga negara, sertamenyadari dan mensyukuri kelebihan dan kekurangan yang dimiliki sekaligusmenjadikannya sebagai modal dalam meningkatkan dirinya sebagai individuyang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Sedangkan kecakapan berpikirrasional mencakup kecakapan menggali dan menemukan informasi(Information searching), kecakapan mengolah informasi dapat mengambilkeputusan (Information processing and diction making skill), seta kecakapanmemecahkan masalah secara kreatif.
b. Kecakapan social, Kecakapan sosial atau kecakapan antar personal mencakup kecakapankomunikasi (communication skill) dengan empati dan kecakapan bekerjasama(Collaboration skill).
c. Kecakapan akademik, Kecakapan akademik merupakan kemampuan berfikir ilmiah.Kecakapan akademik mencakup antara lain kecakapan melakukan identifikasivariabel dan menjelaskanhubungnnya pada suatu fenomena tertentu,merumuskan hipotesis terhadap suatu rangkaian kejadian serta merancang danmelaksanakan penelitian untuk membuktikan suatu gagasan ataukeingintahuan.
d. Kecakapan vokasional, Kecakapan vokasional merupakan kecakapan yang dikaitkan denganbidang pekerjaan tertentu yang terdapat di masyarakat. Kecakapan vokasionaladalah kecakapan yang diyakini dapat menjadikan seseorang mampumendapatkan penghasilan guna menopang kebutuhannya. Sehingga dalamkecakapan ini peserta didik seperti diberi bekal keterampilan untuk memasukisuatu lapangan pekerjaan tertentu.

Manusia yang Demokratis
Secara sederhana demokrasi seringkali diartikan dengan dari, oleh, dan untuk rakyat. Namun perlu juga kita ketahui definisi dari demokrasi yang sangat menarik, misalnya sebagaimana diutarakan oleh Pericles (sekitar 495 – 429 SM), dia berkata, “Seorang warga Athena tidak menelantarkan negara demi kepentingan sendiri…semua dari kita harus memiliki gagasan-gagasan politik yang jelas.Seseorang yang tidak mempunyai perhatian terhadap kepentingan umum, di mata kita tidak berbahaya, tetapi tidak berharga.demokrasi adalah cara pembentukan kebijaksanaan yang ada selama anggota-anggota suatu kelompok mempunyai kemungkinan untuk mempengaruhi secara langsung atau tidak langsung isi, proses dan dampak dari kebijaksanaan kelompok itu. Maka demokrasi politik adalah demokrasi di dalam sistem politik. Demokrasi juga merupakan proses pembentukan kebijaksanaan politik. Demokrasi dan demokratisasi dipertahankan dengan mengingat tujuan-tujuan yang sangat berbeda-beda, umpamanya kebebasan, persamaan dan persaudaraan atau efektivitas dan keabsahan.
Dalam halini pendidikan sebagai urusan mewariskan milik social kepada generasi muda, pendidikan adalah proses sosialisasi individu Hal ini lebih menekankan pada dimesnsi tingkah laku yang bersifat tuntutan individual, kepribadian dan persorangan. Pendidikan dibataskan sebagai urusan membantu seseorang mengembangkan kepribadiannya seoptimal mungkin.
Manusia yang Bertanggung Jawab
Melalui kurikulum siswa perlu memahami dan menyadari norma-norma dan pandangan hidup masyarakatnya, sehingga ketika kembali ke masyarakat, dapat menjunjung tinggi dan berperilaku sesuai dengan norma-norma. Kurikulum merupakan fungsi untuk mempersiapkan anak didik agar menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab , menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab.Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Manusia itu berjuang memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia manghadapi manusia lain dalam masyarakat atau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan yaitu kekuasaan Tuhan.





Nama               : Syamsuri
Nim                 : 200905010090
Prodi / Smt      : PAI Pagi / VI
Matkul             : Pengembangan Kurikulum  PAI
Dosen              : Dr. H. A. Hamid Syarief. M. H
Analisis Tujuan Pendidikan Nasional
Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.,berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Manusia yang Beriman dan Bertakwa
                 Pendidikan  nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabatdalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensipeserta didik Sesuai dengan tujuan yang sudah ada system pembelajaran diIndonesia mampu menciptakan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa serta berilmu pengetahuan yang tinggi. Kondisi-kondisi tersebut akan tercapai apaabila semua proses pembelajaran di sekolah,dapat digunakan  untuk mengembangkan pengetahuan, keimanan dan ketaqwaan siswa.Ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pengaitan nilai keimanan dan ketaqwaan pada pembelajaran terhadap motivasi belajar,prestasibelajar dan persepsi siswa terhadap pembelajaran tersebut.Benih iman yang dibawa sejak dalam kandungan memerlukanpemupukan yang berkesinambungan.Benih yang unggul apabila tidak disertai pemeliharaan yang intensif, besar kemungkinan menjadi punah.Demikian juga benih iman.Berbagai pengaruh terhadap seseorang, baik datang dari lingkungan keluarga, masyarakat, pendidikan, maupunlingkungan benda-benda mati seperti cuaca, tanah, air.Dan lingkunganflora dan fauna. Pada dasarnya proses pembentukan iman diawali denganproses perkenalan, kemudian meningkat menjadi senang/benci.Disamping proses pengenalan, proses pembiasaan juga perludiperhatikan, karena tanpa pembiasaan, seseorang bisa saja semula benciberubah menjadi senang. Seseorang harus di biasakan untuk menaatiperintahnya, dan menjauhi larangannya. Sekolah merupakan suatu tempat berupaya atau proses yg dilakukan secara sadar dan terencana membantu peserta didik melalui pembinaan asuhan bimbingan dan pengembangan potensi mereka secara optimal agar nanti dapat memahami menghayati dan mengamalkan ajarannya sebagai keyakinan dan pandangan hidup demi keselamatan di dunia dan akherat.
Manusia yang Berakhlak Mulia,
            Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai pada aspek pengembangan moral dan nilai-nilai agama adalah kemampuan melakukan ibadah, mengenal dan percaya akan ciptaan tuhan kebiasaan-kebiasaan yang baik. Pembentukan perilaku melalui pembiasaan yang dimaksud meliputi pembentukan moral Agama, Pancasila, perasaan/emosi, kemampuan bermasyarakat dan disiplin.Manusia yang berakhlak mulia, suka tolong menolong sesama insan dan makhluk lainnya.Mereka senang berkorban untuk kepentingan bersama.Yang kecil hormat kepada yang tua,yang tua kasih kepada yang kecil.Manusia yang memiliki budi pekerti yang mulia, senang kepada kebenaran dan keadilan, toleransi, mematuhi janji, lapang dada dan tenang dalam menghadapi segala halangan dan rintangan.
Manusia yang Sehat,
            Hasil penelitian yang dilakukan oleh Unesco pada tahun 2009, Sekolah-sekolah di Eropa khususnya di Inggris sedang digalakkan kesadaran akan pentingnya pembangunan kesehatan di bidang promotif dan preventif, bukan hanya di bidang kuratif. Meskipun di sekolah-sekolah tersebut terdapat dokter, tidaklah dapat menjamin bahwa sekolah tersebut merupakan sekolah sehat.Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan denganorang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku,agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, sertasaling toleran dan menghargai.Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang (dewasa) produktif,dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial. Bagimereka yang belum dewasa (siswa atau mahasiswa) dan usia lanjut (pensiunan), dengan sendirinya batasan ini tidak berlaku. Oleh sebab itu, bagikelompok tersebut, yang berlaku adalah produktif secara social.seluruh komponen sekolah, yang nantinya akan juga bisa berimbas pada lingkungan orang tua siswa dan masyarakat. Oleh karena itu kesehatan juga mempunyai peran penting dalam proses kegiatan belajar mengajar.
Manusia yang berilmu,
Penyelenggaraan kegiatan bidang pendidikan oleh anggota masyarakat dalam kegiatan belajar-mengajar adalah bentuk sinergi untuk memajukan sistem dan tujuan pendidikan nasional Indonesia, sehingga angka kebutuhan dasar dibidang pendidikan dapat semakin ditekan.Ilmu itu bgaikan lampu atau cahaya bahwa sesungguhnya seseorang itu tidak dapat berjalan dalam keadaan gelap gulita, kecuali dengan cahaya.Demikian pula halnya, orang tidak dapat membedakan antara baik dan buruk kecuali dengan ilmu. Begitu pula orang akan berilmu ketika manusia itu mengalami proses pendidikan, ketentuan tentangsistem pendidikan nasional yang berlaku, selalu mengikuti perkembangan dan perubahan aturan yang diberikan oleh pemerintah. Hal ini pun mengacu pada kebutuhan-kebutuhan tertentu baik dari para analis dan kritikus maupun berasal dari pemerintah.
Manusia yang Kreatif,
Dalam peran kreatifnya, kurikulum harus mengandung hal-hal baru sehingga dapat membantu siswa untuk dapat mengembangkan setiap potensi yang dimilikinya agar dapat berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat yang dinamis. Kurikulum yang tidak mengandung unsur-unsur baru, akan menghasilkan pendidikan yang ketinggalan zaman, sehingga berarti bahwa apa yang diberikan sekolah bagi siswa menjadi kurang bermakna, karena tidak relevan lagi dengan kebutuhan dan tuntutan sosial masyarakat.Kreatif adalah memiliki kemampuan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru. Kreatif identik dengan kecakapan, adapun Kecakapan socialatau kecakapan antar personal mencakup kecakapankomunikasi (communication skill) dengan empati dan kecakapan bekerjasama(Collaboration skill).Kecakapan akademikmerupakan kemampuan berfikir ilmiah.Kecakapan akademik mencakup antara lain kecakapan melakukan identifikasivariabel dan menjelaskanhubungnnya pada suatu fenomena tertentu,merumuskan hipotesis terhadap suatu rangkaian kejadian serta merancang danmelaksanakan penelitian untuk membuktikan suatu gagasan ataukeingintahuan.Kecakapan vokasional merupakan kecakapan yang dikaitkan denganbidang pekerjaan tertentu yang terdapat di masyarakat. Kecakapan vokasionaladalah kecakapan yang diyakini dapat menjadikan seseorang mampumendapatkan penghasilan guna menopang kebutuhannya.Sehingga dalamkecakapan ini peserta didik seperti diberi bekal keterampilan untuk memasukisuatu lapangan pekerjaan tertentu.
Manusia yang Mandiri
Setiap manusia dilahirkan dalam kondisi yang tidak berdaya, ia akantergantung pada orang tua dan orang-orang yang ada dilingkungannya hinggawaktu tertentu. Seiring dengan berlakunya waktu dan perkembanganselanjutnya, seorang anak akan berlahan-lahan akan melepaskan diri dariketergantungannya para orangtua atau orang lain di sekitarnya dan belajar untuk mandiri. Hal ini merupakan suatu proses alamiah yang dialami olehsemua mahluk hidup, tidak terkecuali manusia. Mandiri atau sering jugadisebut berdiri diatas kaki sendiri merupakan kemampuan seseorang untuktidak tergantung pada orang lain serta bertanggung jawab atas apa yangdilakukannya. Kemandirian dalam konteks individu tentu memiliki aspekyang lebih luas dari sekedar aspek fisik.Menurut Sumahamijaya etal(2003), Kemandirian berasal dari katamandiri yang berarti dalam keadaan dapat berdiri sendiri, tidak bergantungpada orang lain, tapi menggunakan kekuatan sendiri. Kemandirian diartikansebagai suatu hal atau keadaan dapat berdiri sendiri tanpa bergantung kepadaorang lain.Pieget dalam Tahar (2005), menjelaskan bahwa tujuan jangka panjang pendidikan adalah mengembangkan kemandirian belajar siswa. Kemandirianitu mencakup tiga aspek, yaitu kemandirian moral, kemandirian intelektual,dan kemandirian sebagai salah satu tujuan pendidikan. Selanjutnya Piegetmemberikan batasan mengenai kemandirian sebagai suatu kemampuan seseorang membuat keputusan bagi dirinya sendiri, tetapi kemandirian tidaksama dengan kebebasan mutlak. Kemandirian berarti memperhitungkan semua faktor yang relevan dalam menentukan arah tindakan yang terbaik bagisemua yang berkepentingan Kemandirian, menurut Sutari Imam Banarbid (1982), meliputi“perilaku mampu berinisiatif, mampu mengatasi hambatan / masalah,mempunyai rasa percaya diri dan dapat melakukan sesuatu sendiri tanpa oranglain”. Pendapat tersebut juga diperkuat oleh kartini dan dali(1987) yang mengatakan bahwa kemandirian bahwa kemandirian adalah”hasrat untukmengerjakan segala sesuatu bagi diri sendiri”. Secara singkat dapatdisimpulkan bahwa kemandirian mengandung pengertian:a. Suatu keadaan dimana seseorang yang memiliki hasrat bersaing untukmaju demi kebaikan dirinyab.
Mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk mengatasi masalah yang dihadapi.Memeliki kepercayaan diri dalam mengerjakan tugas-tugasnyad. Bertanggungjawab terhadap apa yang dilakukan. Robert havigurst (1972) menambahkan bahwa kemandirian terdiri daribeberapi aspek, yaitu:
a. Emosi, aspek iniditujukan dengan kemampuan mengontrol emosi dantidak tergantungnya kebutuhan emosi dari orangtua.
b. Ekonomi, aspek ini ditinjau dengan kemampuan mengatur ekonomi dantidak tergantungnya kebutuhan ekonomi pada orangtua.
c. Intelektual, aspek ini ditujukan dengan kemampuan untuk mengatasiberbagai masalah yang dihadapi.
d. Sosial, aspek ini ditunjukkan dengan kemampuan untuk mengadakaninteraksi dengan orang lain dan tidak tergantung atau menunggu aksi dariorang lain.Dari beberapa pendapat dapat diidentifikasi beberapa karakterkemandirian belajar. Karakter itu antara lain : (1). Percaya Diri, (2). Tidakmenyandarkan diri pada orang lain, (3). Mau berbuat sendiri, (4).Bertanggung jawab, (5). Ingin berprestasi tinggi, (6). Menggunakanpertimbangan rasional dalam memberikan penilaian, mengambil keputusan,dan memecahkan masalah, serta menginginkanrasa bebas, (7). Selalumempunyai gagasan baru.Jadi, kemandirian merupakan suatu sikp individu yang diperolahsecara kumulatif selama perkembangan, dimana individu akan terus belajaruntuk bersikap mandiri dalam menghadapi berbagai situasi dilingkungan,sehingga individu pada akhirnya akan mampu berpikir dan bertindak sendiri.Dengan kamandiriannya seseorang dapat memilih jalan hidupnya untuk dapatberkembang dengan lebih mantap.Sedangkan kemandirian dalam belajar diartikan sebagai aktivitasbelajar berlangsung lebih didorong oleh kemauan sendiri, pilihan sendiri,tanggung jawab sendiri dari belajar.
Manusia yang Demokratis
Demokrasi dan demokratisasi dipertahankan dengan mengingat tujuan-tujuan yang sangat berbeda-beda, umpamanya kebebasan, persamaan dan persaudaraan atau efektivitas dan keabsahan.Demokrasi adalah suatu pengertian yang mempunyai tingkatan-tingkatan tersendiri.Perbedaan yang sebenarnya relevan adalah membandingkan antara sistem politik yang lebih demokratis atau kurang demokratis bila dibandingkan dengan sistem yang demokratis atau tidak demokratis.Tingkatan demokrasi secara positif, dalam arti mampu menjamin kebutuhan dan penyaluran kepentingan politik warganya secara tepat dicapai melalui berbagai metode demokrasi yang berbeda-beda.Schumpeter mendefinisikan metoda demokrasi sebagai peraturan kelembagaan yang ditujukan pada pembentukan keputusan dimana individu-individu memperoleh hak mengambil keputusann melalui kompetisi suara para warga yang bersangkutan.Lawan dari sistem demokrasi adalah otokrasi yaitu apabila pembentukan keputusan atau kebijaksanaan politik hanya dilakukan oleh segelintir elit politik baik itu secara langsung maupun tidak langsung.
Perlu juga dipahami bahwa demokrasi bukanlah sebuah tujuan akhir merupakan tujuan antara (sarana) bagi pencapaian tujuan lainnya yang lebih absolut yaitu kebebasan, persamaan dan kebersamaan, serta toleransi kehidupan politik.Dalam konteks ilmu negara, tujuan demokrasi adalah membentuk republik yang non tiranik.Oleh sebab itulah demokrasi mengharuskan pembagian dan atau pemisahan kekuasaan politik untuk menjamin tata kelola republik menjadi demokratis.
Manusia yang Bertanggung Jawab,
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Manusia itu berjuang memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia manghadapi manusia lain dalam masyarakat atau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia juga menuadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan yaitu kekuasaan Tuhan.

(a) Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggug jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
(b) Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami-istri, ayah-ibu dan anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.

(c) Tanggung jawab terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial.
(d) Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara
Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara.Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh Negara.
(e) Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsang terhadap Tuhan.Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. 
Karena itu kurikulum harus memberikan pengalaman belajar kepada anak didik agar mampu menginternalisaasi nili-nilai dalam masyarakat, memahami hak dan kewajibannya sebagai anggota masyarakat dan makhluk sosial, Fungsi ini harus ada dan diikuti setiap siswa di semua jenis dan jenjang pendidikan.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh makalah Malcolm Baldrige National Quality Award

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TPA

Contoh makalah Daulah Abbasiyah