SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

Gambar
A. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia Masuknya Islam ke Indonesia membawa tradisi pendidikan yang erat kaitannya dengan dakwah. Pada awalnya, pendidikan dilakukan secara sederhana di surau, masjid, atau rumah para ulama. Materi pembelajaran berfokus pada dasar-dasar agama, seperti membaca Al-Qur’an, tata cara ibadah, serta pembinaan akhlak. Seiring perkembangan zaman, lahirlah lembaga pendidikan tradisional yaitu pesantren. Pesantren berfungsi sebagai pusat keilmuan Islam sekaligus benteng moral masyarakat. Para santri dididik dengan kitab kuning (turats), mencakup ilmu fiqih, akidah, tasawuf, dan ilmu alat seperti nahwu dan sharaf. Al-Zarnuji dalam Ta‘lim al-Muta‘allim menekankan pentingnya sanad dalam pendidikan: العِلْمُ دِينٌ يُدَانُ بِهِ، فَيَنْبَغِي لِطَالِبِ العِلْمِ أَنْ يَنْظُرَ عَمَّنْ يَأْخُذُ دِينَهُ “Ilmu adalah bagian dari agama yang dengannya manusia beragama. Maka seorang penuntut ilmu harus memperhatikan dari siapa ia mengambil ilmunya.” Tradisi pesantren membuktika...

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TPA



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan              : TPQ …………………………………..
Mata Pelajaran                   : Paket Dasar At Tartil
Jilid                                    : Dua
Pertemuan Ke                    : 14
Alokasi Waktu                   : 1x 15 Menit

A. Standar Kompetensi      : Memahami dan membaca huruf hijaiyah dengan bermacam-macam harokat dan bacaan Qosr ( mad thobi’i )
B. Kompetensi Dasar         : Pengenalan harakat fathah/tain, kasroh/tain,dhummah/tain dan harakat sukun
C. Indikator                        : Mengenal bunyi harakat sukun pada semua huruf hijaiyah

D. Tujuan Pembelajaran      :
     Setelah mengikuti pelajaran siswa dapat :
a.       Membaca bunyi harakat sukun pada semua huruf hijaiyah dengan tepat
b.      Membaca dan menulis huruf yang disediakan dengan tepat
E. Materi Ajar
       1. memperhatikan bunyi harakat sukun pada semua huruf hijaiyah
       2. membaca dan menulis harakat sukun pada semua huruf hijaiyah
F. Metode dan Model Pembelajaran
    Metode Pembelajaran
       1. Klasikal
       2. Penugasan
    Model pembelajaran
    Model pembelajaran langsung (Direct Instruction Model)
G. Langkah-langkah
       1. Kegiatan Awal
         a. Melakukan do’a pembuka (membaca surat Al-Fatihah, doa melapangkan dada, doa menambah ilmu, doa akan tidur, doa bangun tidur, doa keluar rumah) secara bersama-sama.
       2. Kegiatan Inti
          a. Memperhatikan dan mengamati bentuk tulisan harakat sukun pada semua huruf hijaiyah
         b. Mendengar dan menirukan bacaan harakat sukun pada semua huruf hijaiyah
         c. Mengikuti drill yang dipimpin guru
         d. Membaca satu persatu dihadapan guru
       3. Kegiatan Akhir
         a. Melakukan do’a penutup (membaca surat Al-Ashr dan senandung Al-Qur’an)
H. Sarana dan sumber belajar
       1. Buku paket At-Tartil jilid dua
       2. Buku peraga
I. Penilaian
       1. Prosedur : Penilaian dilaksanakan saat PBM berlangsung
       2. Penilaian Afeksi
          Performance : Siswa membaca dihadapan guru dan guru menilai bacaan siswa
Keterangan Penilaian
Nilai B : Bisa baca, benar dan lancar tidak salah sama sekali.
Nilai C : salah 1-3 kali diantara Bisa baca, benar dan lancar
Nilai K : salah 4 kali ke atas diantara Bisa baca, benar dan lancar

Komentar

  1. Apakah setiap perpertemuan harus ada rpp nya? misal ada 67 pertemuan, apa membuat 67 rpp?

    BalasHapus
    Balasan
    1. RPP disusun berdasarkan KD dan dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh makalah Malcolm Baldrige National Quality Award

Contoh makalah Daulah Abbasiyah