SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

Gambar
A. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia Masuknya Islam ke Indonesia membawa tradisi pendidikan yang erat kaitannya dengan dakwah. Pada awalnya, pendidikan dilakukan secara sederhana di surau, masjid, atau rumah para ulama. Materi pembelajaran berfokus pada dasar-dasar agama, seperti membaca Al-Qur’an, tata cara ibadah, serta pembinaan akhlak. Seiring perkembangan zaman, lahirlah lembaga pendidikan tradisional yaitu pesantren. Pesantren berfungsi sebagai pusat keilmuan Islam sekaligus benteng moral masyarakat. Para santri dididik dengan kitab kuning (turats), mencakup ilmu fiqih, akidah, tasawuf, dan ilmu alat seperti nahwu dan sharaf. Al-Zarnuji dalam Ta‘lim al-Muta‘allim menekankan pentingnya sanad dalam pendidikan: العِلْمُ دِينٌ يُدَانُ بِهِ، فَيَنْبَغِي لِطَالِبِ العِلْمِ أَنْ يَنْظُرَ عَمَّنْ يَأْخُذُ دِينَهُ “Ilmu adalah bagian dari agama yang dengannya manusia beragama. Maka seorang penuntut ilmu harus memperhatikan dari siapa ia mengambil ilmunya.” Tradisi pesantren membuktika...

Contoh makalah Daulah Abbasiyah



BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Dalam peradaban umat islam bani abbasiyah adalah salah satu bukti sejarah bahwa islam pernah mengalami kejayan yang sangat gilang gemilang, dimana di masa itu banyak perkembangan umat islam mengalami kesuksesan dalam bidang pemerintahannya, baik itu dalm bidang politik, ekonomi, dan ilmu pengetahuan. Karena hal inilah peradaban umat islam diakui oleh seluruh dunia yang bisa melampui kesuksesan negara-negara eropa. Bani abbasiyah mewarisi imperium bani umayyah, dinasti ini berdiri sebagai bentuk dukungan terhadap pandangan yang diserukan oleh bani hasyim setelah wafat Rosulullah Saw yaitu menyandarkan pemerintahan kepada kepada keluarga rosul dan sahabatnya. Periode ini adalah periode peradaban islam yang tertinggi dan memiliki pengaruh yang besar walaupun tidak secara langsung terhadap tercapainya peradaban moderen, hal ini  juga bisa menjadi motivasi dan ilmu pengetahuan terhadap generasi penerus sekarang, yakni bahwa peradaban umat islam perlu diulangi kembali masa kejayaan tersebut oleh generasi umat islam di zaman sekarang, walaupun hanya pada periode pertama pemerintahan daulah abbasiyah mencapai keemasannya, tapi pada periode-eriode sesudahnya, pemerintahan dinasti ini mulai menurun terutama dalam bidang politik. oleh karena itu agar bisa mempelajari lebih jelasnya kan dibahas dalam materi bab selanjutnya.

B.   Rumusan Masalah
1.    Bagaimana proses kelahiran dinasti Abbasiyah?
2.    Bagaimana masa pemerintahan dinasti Abbasiyah?
3.    Apa yang menjadi penyebab kemunduran dinasti Abbasiyah?

C.  Tujuan
1.    Untuk mengetahui proses kelahiran dinasti Abbasiyah
2.    Untuk mengetahui masa pemerintahan dinasti Abbasiyah
3.    Untuk mengetahui segala sesuatu yang menjadi penyebab kemunduran dinasti Abbasiyah



BAB II
PEMBAHASAN
A.  Proses kelahiran dinasti Abbasiyah
Semenjak tahun 744-750 terjadi banyak pertempuran antara kaum syiah, khawarij, dan kelompok-kelompok kesukuan dalam rangka memperebutkan imperium, dimana  kaum syiah mengklaim “bahwa khilafah merupakan hak bagi angota keluarga mereka yang terpilih oleh Tuhan untuk mengajarkan Islam dan untuk memerintah komunitas muslim sekitar”, untuk mencapai tujuannya mereka membangkitkan harapan-harapan kalangan arab yang tersisih dan muslim Non Arab(mawalli) bahwa seorang mahdi (penelamat) segera datang dalam keluarga ini, dimana agitasi Syiah berkobar di Kufah pada tahun 736-740. Sedangkan bani hasyim (bani abbasiyah) mengklaim bahwa “khilafah dari keturunan nabi Muhammad yang bernama Abbas lah  yang pantas menjadi pimpinan keluarga dan pemimpin gerakan oposisi”,  agen-agen abbasiyah melancarkan seruan pembelaan terhadap ali untuk meruntuhkan bani umayyah.
Setelah meninggalnya Hisyam(743) percekcokan semakin memanas antara Syiah, Kharijiyah, abbasiyah, kelompok-kelompok kesukuan dan para gubernur yang tersisihkan, Pada abad ke-7 terjadi pemberontakan di seluruh negeri, terjadi peperangan hebat antara pasukan abul abbas melawan pasukan marwan ibn muhammad (dinasti bani umayyah), kepemimpinan Abbasiyah tahun 747 abbasiyah telah siap bergerak di beberapa perkampungan, pemberontakan abbasiyah didukung oleh sebagian bangsa arab, dan kaum syiah, dimana lambat laun mereka (kaum syiah) merasa mengalami tertipu oleh identitas perjuangan tersebut sebagai bagian dari perjuangan Syiah, kaum syiah mengalami kekecewaan atas proklamasi Abdullah as safah ibn Muhammad Ibn Ali ibn abdullah ibn ala abbas  sebagai kholifah baru pada tahun 750, menjadi kekhalifahan kedua dalam Islam setelah Daulah Umayyah yang berkuasa di Baghdad. Dinamakan daulah bani abbasiyah karena para pendiri adalah keturunan abbas, paman nabi Muhammad Saw .
  
B.  Masa pemerintahan dinasti Abbasiyah (750-833 M)
Dinasti abbasiyah menopang loyalitas keagaman dan ideologis terhadap khilafah baik karena latar belakang Islam maupun latar belakang tradisional Timur Tengah. Bngsa arab tidak lagi menjadi raja, melainkan mereka menyerukan pada sentimen muslim untuk mengorganisir mereka sebagai penerus nabi yang sah, dan sebagai pelindung dan pengorganisir agama islam, yang mana mereka mencari terobosan dalam arahan kepentingan politik dinasti. Pada saat yang sama, mereka mengarahkan seruanya kepada  non muslim dan mslim pemula agar mengakuinya sebagai penguasa pilihan Tuhan, sebagai raja yang mulia yang diirim oleh Tuhan untuk menjaga ketertiban urusan duniawi. Jadi tata cara, seni, arsitektur mengekspresikan sebuah kerajaan yang ideal. Pada masa dinasti Abbasiyah ini banyak membawa perubahan dalam peradaban umat islam, langkah pertama yang dilakukan bagi rezim baru adalah membentuk sebuah ibu kota baru, sebagai markas besar militer dan staf administrasi mereka. Bani Abbasiyah membangun kota Baghdad sebagi istana, ibu kota dan pusat administrasi. Baghdad tumbuh menjadi kota yang besar bagi perdagangan internasional, bercorak kosmopolitan yang beragam agamanya. Daulah abbasiyah menghilangkan supremasi kasta arab, menerapkan prinsip universalitas di kalangan umat islam, mengadakan pelonggaran rekruitmen dari sebuah spektrum yang luas  yang bersifat perwakilan dari kalangan elite timur tengah, mempromosikan jabatan-jabatan kemiliteran sebagai pegawai emerintah, kesatuan antara elemen Arab dan Non-Arab, perkembangan bagsa Arab sebagai lingua fanca, penyebaran islam dan pengislaman sebagian penduduk dan m asih banyak lagi.
Perkembangan Politik
Pemerintahan daulah abbasiyah merupakan kelanjutan dari pemerintahan daulah bani umayyah, terdapat perbedaan antara daulah bani umayyah dengan daulah abbasiyah yakni dinasti umayyah bersifat arab murni, begitu pula corak yang yangt dihasilkan, akan tetapi pada daulah abbasiyah disamping bersifat arab murni namun sudah tercampur peradaban persia, romawi timur dan mesir.
Perkembangan Peradaban Islam
Dinasti abbasiyah memperluas kultur syair dan mengembangkan syair bahasa arab (baik yang bercorak badui kuno maupun dalam corak baru kalangan istana), Kajian kriits terhadap ilmu pengetahuan melalui penerjemahan-penerjemahan  karya terdahulu, penerjemahan ke dalam bahasa arab dari kesustraan iran klasik (meliputi  karya-karya sejarah, literatur politik, fabel, persepsi politik, dan tata cara manual dan perilaku para penulis), penyusunan buku-buku, penerjemahan buku dalam bahasa asing membawa dampak juga dengan muncul para ilmuan,  dalam bidang ini muncullah para filosof terkenal seperti : al kindi, al farabi, ibnu sina, al ghazali, ibnu majah, ibnu rusyd.  Berdirinya baitul hikmah, akademi dan observatori sebagai perpustakaan dan penempatan buku-buku kuno serta untuk merangsang gerakan penerjemahan karya-karya logika, keilmuan dan filsafat kedalam bahasa arab. Berkembangnnya tafsir bil rayi dan tafsir maudhui dan pengklasifikasian terhadap hadits.
C.  Kemunduran dinasti Abbasiyah (833-945 M)
Dinasti abbasiyah mengalami kemunduran tidak secara spontan akan tetapi secara bertahap, yakni adanya pemberontakan diberbagai daerah, proses pembentukan imperium tidak berjalan dengan lancar, pertarungan politik yang tiada henti, propinsi-propinsi pedalaman yang terpencil yang jauh dari baghdad dengan mudah melancarkan gerakan perlawanan, penolakn beban pajak atau persekutuan di beberapa daerah pemerintahan. Di Afrika, setelah tahun 800 M terjadi kecenderungan yang mengarah kepada kemerdekaaan meskipun keluarga penguasa setempat (lokal) tetap mengakui keberadan pemerintahan khilafah. Mayoritas kholifah abasiyah lebih mementingkan kehidupan pribadi, luasnya wilayah kekuasaan daulah abbasiyah mengakibatkan sulitnya komunikasi antara pusat dengan daerah bersamaan dengan itu tingkat saling percaya di kalangan para penguasa dan pelaksanaan pemerintahan sangat rendah, semakin kuatnya pengaruh keturunan kerajaan turki, merajalelanya korupsi dan adanya perang salib yang terjadi beberapa kali dan menelan banyak korban, serta penyerbuan tentara mongol yang menghancurkan bagdad, keuangan negara sangat sulit karena biaya yang dikeluarkan untuk tentara bayaran  sangat besar, dimana disaat kekuatan militer menurun khalifah tidak sanggup memaksa pengiriman pajak ke baghdad.













BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Periode ini adalah periode peradaban islam yang tertinggi dan memiliki pengaruh yang besar walaupun tidak secara langsung terhadap tercapainya peradaban moderen, hal ini  juga bisa menjadi motivasi dan ilmu pengetahuan terhadap generasi penerus sekarang, yakni bahwa peradaban umat islam perlu diulangi kembali masa kejayaan tersebut oleh generasi umat islam di zaman sekarang, Pada abad ke-7 terjadi pemberontakan di seluruh negeri, terjadi peperangan hebat antara pasukan abul abbas melawan pasukan marwan ibn muhammad (dinasti bani umayyah), yang akhirnya dimenangkan oleh pasukan abul abbas, dengan jatuhnya negeri syiria  berakhirlah riwayat  dinasti bani umayyah dan bersama itu bangkitlah kekuasaan abbasiyah, diman dapat dikatakan bahwa bangkitnya daulah abbasiyah bukan saja pergantian dinasti akan tetapi lebih dari itu adalh pergantian struktur  sosial dan ideologi, sehingga dapat dikatakan bahwa kebangkitan daulah bani abbasiyah merupakan suatu revolusi. 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh makalah Malcolm Baldrige National Quality Award

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TPA