SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

Gambar
A. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia Masuknya Islam ke Indonesia membawa tradisi pendidikan yang erat kaitannya dengan dakwah. Pada awalnya, pendidikan dilakukan secara sederhana di surau, masjid, atau rumah para ulama. Materi pembelajaran berfokus pada dasar-dasar agama, seperti membaca Al-Qur’an, tata cara ibadah, serta pembinaan akhlak. Seiring perkembangan zaman, lahirlah lembaga pendidikan tradisional yaitu pesantren. Pesantren berfungsi sebagai pusat keilmuan Islam sekaligus benteng moral masyarakat. Para santri dididik dengan kitab kuning (turats), mencakup ilmu fiqih, akidah, tasawuf, dan ilmu alat seperti nahwu dan sharaf. Al-Zarnuji dalam Ta‘lim al-Muta‘allim menekankan pentingnya sanad dalam pendidikan: العِلْمُ دِينٌ يُدَانُ بِهِ، فَيَنْبَغِي لِطَالِبِ العِلْمِ أَنْ يَنْظُرَ عَمَّنْ يَأْخُذُ دِينَهُ “Ilmu adalah bagian dari agama yang dengannya manusia beragama. Maka seorang penuntut ilmu harus memperhatikan dari siapa ia mengambil ilmunya.” Tradisi pesantren membuktika...

Kisah Nabi Adam As

NABI ADAM AS

Allah menciptakan manusia pertama di Bumi bernama Adam, yang berstatus menjadi bapak seluruh umat manusia, sebagai manusia pertama di dunia sekaligus akan menjadi khalifah pertama di muka bumi, nabi Adam As sangat tampan wajahnya, tinggi badannya 60 hasta. Sebagai umat Islam, mempercayai adanya nabi dan rasul-Nya merupakan salah satu rukun iman. Allah memberi keistimewaan ilmu kepadanya yakni mampu meneybutkan nama seluh benda. Allah memerintahkan seluruh malaikat bersujud kepadanya semua patuh, kecuali iblis yang tinggi hatinya. Iblis dengan angkuhnya menantang perintah Allah tersebut dan menjdi durhaka dengan menganggap bahwa Iblis merasa lebih baik dari Nabi Adam As. Iblis menganggap bahwa dia diciptakan Allah dari Api, sedangkan nabi Adam As dari tanah. Sikap sombong Iblis membuat Allah Swt murka kepadanya, sehingga Allah Swt mengusir Iblis dari surga dalam keadaan hina. Iblis bersumpah kepada Allah Swt akan menyesatkan anak cucu nabi Adam As seluruhnya sampai hari kiamat tiba, kecuali hamba yang ikhlas, tunduk patuh hanya kepada Allah Swt.

Jauh sebelum menjadi khalifah atau pemimpin di muka bumi, Nabi Adam AS tinggal, dan hidup di surga selama beberapa waktu. Suatu ketika ia merasa kesepian, dan Allah SWT pun menciptakan Hawa untuk menemaninya sekaligus menjadi istri Nabi Adam AS. Kemudian Allah SWT memerintahkan mereka berdua tinggal di surga. Namun, sebelum itu, mereka diberi peringatan untuk tidak memakan, dan menjauhi sebatang pohon dalam surga, pohon terlarang itu Khuldi namanya. Rupanya hal ini diketahui oleh iblis yang membujuk mereka dengan tipu dayanya untuk memakan buah dari pohon Khuldi tersebut dengan bujukan bahwa jika mereka berdua makan buah tersebut maka mereka akan kekal selamanya di Surga. Hawa terbujuk rayuan Iblis dengan memakan buah Khuldi, lalu dia pun mengajak Nabi Adam As untuk memaka buah Khuldi juga, setelah memakan buah tersebut tampaklah aurat keduanya, aurat tersebut mereka tutupi dngan dedaunan surga. Allah sangat murka mengetahui hal tersebut. Akibatnya, Nabi Adam dan Siti Hawa diusir dari surga. Mereka berdua pun diturunkan ke bumi dan dipisahkan, dengan tujuan agar mereka bertaubat menebus segala dosa-dosa mereka berdua.

Nabi Adam As bertaubat memohon ampun kepada Allah Swt ;

رَبَّنَاظَلَمْنَاأَنْفُسَنَاوَإِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَاوَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ

Artinya: “Wahai Pemelihara kami, sesungguhnya kami telah berbuat dhalim terhadap diri-diri kami. Dan jika Engkau tidak memberi ampunan untuk kami dan merahmati kami, sungguh benar-benar kami menjadi termasuk dari golongan orang-orang yang rugi.”

Nabi Adam As bertaubat dengan sepenuh jiwa raga, tulus ikhlas memohon ampun bersujud kepada Allah Swt, hingga Allah Swt mengampuninya dan membimbing dengan petunjuknya.

Ketika nabi Adam As dan Hawa sudah diturunkan ke muka bumi setelah diusir dari surga karena makan buah khuldi, Allah SWT menganugerahi anak keturunan kepada mereka. Hawa melahirkan selalu kembar laki-laki dan perempuan. Diriwayatkan dari Ibnu Ihasq dalam Tafsir Baghowi dan Tafsir Al-Qurthubi bahwa Hawa melahirkan 40 anak dengan 20 kali mengandung. Diantara nama anak tersebut adalah Qabil dan Habil, mereka berdua dilahirkan dalam keadaan kembar, Qabil ingin menikah dengan saudara yang lahir dengannya karena lebih cantik. Qabil dan Habil diminta mempersembahkan kurban, Habil mengajukan domba yang ia miliki. Sedangkan Qabil mengajukan tanaman tapi yang paling buruk. namun Allah Swt ridha kepada kuban Habil. Qabil pun mulai membenci Habil. Qabil memukul Habil dengan batu atau semacam besi yang ada di tangannya hingga wafat. Karena waktu itu belum tahu cara penguburan, maka Allah hadirkan burung yang berkelahi. Kemudian Dia masukkan burung itu ke dalam tanah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh makalah Malcolm Baldrige National Quality Award

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TPA

Contoh makalah Daulah Abbasiyah