SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

Gambar
A. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia Masuknya Islam ke Indonesia membawa tradisi pendidikan yang erat kaitannya dengan dakwah. Pada awalnya, pendidikan dilakukan secara sederhana di surau, masjid, atau rumah para ulama. Materi pembelajaran berfokus pada dasar-dasar agama, seperti membaca Al-Qur’an, tata cara ibadah, serta pembinaan akhlak. Seiring perkembangan zaman, lahirlah lembaga pendidikan tradisional yaitu pesantren. Pesantren berfungsi sebagai pusat keilmuan Islam sekaligus benteng moral masyarakat. Para santri dididik dengan kitab kuning (turats), mencakup ilmu fiqih, akidah, tasawuf, dan ilmu alat seperti nahwu dan sharaf. Al-Zarnuji dalam Ta‘lim al-Muta‘allim menekankan pentingnya sanad dalam pendidikan: العِلْمُ دِينٌ يُدَانُ بِهِ، فَيَنْبَغِي لِطَالِبِ العِلْمِ أَنْ يَنْظُرَ عَمَّنْ يَأْخُذُ دِينَهُ “Ilmu adalah bagian dari agama yang dengannya manusia beragama. Maka seorang penuntut ilmu harus memperhatikan dari siapa ia mengambil ilmunya.” Tradisi pesantren membuktika...

Satuan Acara Perkuliahan (SAP) Filsafat Islam



SATUAN ACARA PERKULIAHAN      
Mata Kuliah    : Filsafat Islam
Hari                 : Kamis
Waktu             : 20.00-21.00 WIB.
Fakultas/Prodi : Agama Islam /PAI
SKS                 : 2 (Dua)
Semester          : 3 (Tiga) 2017/2018
Dosen              : Afifah, M.Pd.                                           
                                                                      
A.       DESKRIPSI SINGKAT
            Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan cukup menarik untuk dicermati untuk masalah pendidikan sekarang di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, para ahli cenderung menerapkan teori-teori atau filsafat Barat yang pada umumnya bersifat sekuler, yang belum tentu sesuai dengan kebanyakan masyarakat Indonesia yang bersifat religius. Persoalan konsep pengetahuan tentang Islam baik dalam hal makna dasar maupun dasar filsafat Islam merupakan hal yang amat menarik untuk dikaji karena mengandung dasar filosofis yang mendalam dan mendasar dalam rangka memahami, menerapkan dan mengembangkan Islam. Mata kuliah ini mendeskripsikan sketsa biografis singkat dari para filosof atau pemikir Muslim dan mengeksplanasi pemikiran otentik atau konsep filsafat mereka yang menjadi karakteristiknya serta menganalisanya secara kritis.

B.       STANDAR KOMPETENSI
1.    Mahasiswa mengetahui hakikat dasar tentang filsafat Islam dengan sebenarnya, baik artikulasi, objektifitas, metode, kegunaan maupun hubungannya dengan filsafat Yunani.
2.    Mahasiswa mengetahui beragam pemikiran dan corak filsafat para filosof Muslim, mulai dari al-Kindi hingga ath-Thusi serta para Filosof Muslim kontemporer lainnya.
3.    Mahasiswa memiliki sikap kritis dan daya analitis yang benar terhadap pemikiran kefilsafatan dalam Islam secara proporsional berdasarkan aspek ontologis, epitemologis maupun aksiologisnya.

C.      KOMPETENSI DASAR
1.    Hakikat Filsafat Islam: Artikulasi, Objektifitas, Metode, Kegunaan dan Hubungannya dengan Filsafat Yunani
2.    Pemikiran Filsafat al-Kindi
3.    Pemikiran Filsafat al-Razi
4.    Pemikiran Filsafat al-Farabi
5.    Pemikiran Filsafat Ikhwan al-Shafa
6.    Pemikiran Filsafat Ibnu Miskawaih
7.    Pemikiran Filsafat Ibnu Sina
8.    Pemikiran Filsafat al-Ghazali
9.        Pemikiran Filsafat Ibnu Bajjah
10.    Pemikiran Filsafat Ibnu Thufail
11.    Pemikiran Filsafat Ibnu Rusyd
12.    Pemikiran Filsafat Suhrawardi
13.    Pemikiran Filsafat al-Thusi
14.    Pemikiran Filsafat Para Filosof Muslim Kontemporer dan Menganalisanya secara Kritis-Konstruktivis


PERTEMUAN
INDIKATOR
1
Mahasiswa memahami Hakikat Filsafat Islam: Definisi, Objektifitas, Metode, Kegunaan dan Hubungannya dengan Filsafat Yunani
2
Mahasiswa mengetahui dan mampu menganalisa secara kritis Pemikiran Filsafat al-Kindi
3
Mahasiswa mengetahui dan mampu menganalisa secara kritis Pemikiran Filsafat al-Razi
4
Mahasiswa mengetahui dan mampu menganalisa secara kritis Pemikiran Filsafat al-Farabi
5
Mahasiswa mengetahui dan mampu menganalisa secara kritis Pemikiran Filsafat Ikhwan al-Shafa






6
Mahasiswa mengetahui dan mampu menganalisa secara kritis Pemikiran Filsafat Ibnu Miskawaih
7
Mahasiswa mengetahui dan mampu menganalisa secara kritis Pemikiran Filsafat Ibnu Sina
8
Mahasiswa mengetahui dan mampu menganalisa secara kritis Pemikiran Filsafat al-Ghazali
9
Ujian Tengah Semester (UTS)






10
Mahasiswa mengetahui dan mampu menganalisa secara kritis Pemikiran Filsafat Ibnu Bajjah
11
Mahasiswa mengetahui dan mampu menganalisa secara kritis Pemikiran Filsafat Ibnu Thufail
12
Mahasiswa mengetahui dan mampu menganalisa secara kritis Pemikiran Filsafat Ibnu Rusyd
13
Mahasiswa mengetahui dan mampu menganalisa secara kritis Pemikiran Filsafat Suhrawardi
14
Mahasiswa mengetahui dan mampu menganalisa secara kritis Pemikiran Filsafat al-Thusi
14
Mahasiswa mengetahui dan mampu menganalisa secara kritis Filsafat Para Filosof Muslim Kontemporer dan Menganalisanya secara Kritis-Konstruktivis






15
Ujian Akhir Semester (UAS)

D.  STRATEGI PEMBELAJARAN
1)   METODOLOGI/TEKNIK PEMBELAJARAN: (1) Ceramah; (2) Diskusi; (3) Tanya-Jawab; (4) Pemberian Tugas Makalah;  (5) Presentasi; dan (6) Preview Dosen.

2)   MEDIA/ALAT PEMBELAJARAN: (1) Deskripsi atau Kerangka Umum; (2) Skema/Bagan; dan (3) Slide in Focus.

3)    SISTEM PENILAIAN:
Nilai akhir mahasiswa ditentukan berdasarkan bobot penilaian dengan komposisi sebagai berikut:
a)      Absensi Kehadiran                                                      25 %
b)      Makalah, Presentasi & Aktifitas Diskusi                    25 %
c)      Ujian Tengah Semester (UTS)                                    25 %
d)     Ujian Akhir Semester (UAS)                                      25 %

E.  REFERENSI
1)   Dedi Supriyadi, 2009, Pengantar Filsafat Islam: Konsep, Filsuf dan Ajarannya, Bandung: Pustaka Setia.
2)   Hasyimsyah Nasution, 1999, Filsafat Islam, Jakarta: Gaya Media Pratama.
3)   Seyyed Hossein Nasr dan Oliver Leaman (ed.), 2003, Ensiklopedi Tematis Filsafat Islam (Buku Pertama), Bandung: Mizan.
4)   Muhammad Maghfur W., 2002, Koreksi atas Kesalahan Pemikiran Kalam dan Filsafat Islam, Bangil: al-Izzah.
5)   Abdul Rozak, 2001, Cara Memahami Islam: Metodologi Studi Islam, Bandung: Gema Media Pusakatama.
6)   Abu Mujahid, 2011, Pemuja Filsafat: Pengantar untuk Tidak Menyukai Filsafat, Bandung: Toobagus Publishing.
7)   Ahmad Zainul Hamdi, 2004, Tujuh Filsuf Muslim Pembuka Pintu Gerbang Filsafat Barat Modern, Yogyakarta: PT. LKiS Pelangi Aksara.
8)   Ahmad ibn al-Shiddîq al-Ghamârî al-Hasanî, 2007, Dzamm al-Asyâ’irah wa al-Mutakallimin wa al-Falâsifah, Riyadh: Dâr al-Tauhîd.
9)   Fahd ibn Shâlih al-‘Ajlân, 1433 H., Ma’rakah al-Nash, Riyadh: Maktab Majallah al-Bayân.
10)    Ibrahim Hilal, 2002, Epistemologi Ilmu Pengetahuan & Keilmuan Hukum Islam, Bandung: Lintas Pustaka Publisher.
11)    Idri, 2008, Epistemologi Ilmu Pengetahuan & Keilmuan Hukum Islam, Jakarta: Lintas Pustaka Publisher.
12)    Imam al-Ghazali, 2012, Tahafut al-Falasifah: Membongkar Tabir Kerancuan Para Filosof, Bandung: Marja.
13)    Miska Muhammad Amien, 1983, Epistemologi Islam: Pengantar Filsafat Penge-tahuan Islam, Jakarta: UI-Press.
14)    Muhammad Shiddîq Hasan Khân, 2000, Qashd al-Sabîl ilâ Dzamm al-Kalâm wa al-Ta’wîl, ed. Sa’îd Ma’syâsyah, Beirut: Dâr Ibn Hazm.
15)    Muhammad Yâsir al-Syaraf, 1981, al-Wahdah al-Muthlaqah ‘inda Ibn al-Sab’în, Irak: Wazârah al-Tsaqâfah wa al-I’lâm.
16)    Muhsin Labib, 2005, Para Filosof Sebelum dan Sesudah Mullâ Shadrâ, Jakarta: al-Huda.
17)    Mulyadhi Kartanagara, 2003, Menyibak Tirai Kejahilan: Pengantar Epistemologi Islam, Bandung: Penerbit Mizan.
18)    Muhyar Fanani, 2009, Ilmu Ushul Fiqh di Mata Filsafat Ilmu, Semarang: Walisongo Press.
19)    Rājih ’Abd al-Hamīd al-Kurdī, 1992, Nazhariyyah al-Ma’rifah baina al-Qur‘ān wa al-Falsafah, Riyadh: Dār al-Mu‘ayyid dan The International Institute of Islamic Thought Virginia.
20)    Seyyed Hossein Nasr dan William C. Chittick, 2001, Islam Intelektual: Teologi, Filsafat & Ma’rifat, Depok: Perenial Press.
21)    Sudarsono, 2010, Filsafat Islam, Jakarta: Rineka Cipta.
22)    Suparman Syukur, 2007, Epistemologi Islam Skolastik: Pengaruhnya pada Pemikiran Islam Modern, Yogyakarta: Pustaka Pelajar dan IAIN Walisongo Semarang.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh makalah Malcolm Baldrige National Quality Award

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TPA

Contoh makalah Daulah Abbasiyah