SATUAN ACARA PERKULIAHAN
Mata Kuliah : Filsafat Islam
Hari : Kamis
Waktu : 20.00-21.00 WIB.
Fakultas/Prodi : Agama Islam /PAI
SKS : 2 (Dua)
Semester : 3 (Tiga) 2017/2018
Dosen : Afifah, M.Pd.
A. DESKRIPSI SINGKAT
Islam
sebagai paradigma ilmu pengetahuan cukup menarik untuk dicermati untuk masalah pendidikan
sekarang di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, para ahli
cenderung menerapkan teori-teori atau filsafat Barat yang pada umumnya bersifat
sekuler, yang belum tentu sesuai dengan kebanyakan masyarakat Indonesia yang
bersifat religius. Persoalan konsep pengetahuan tentang Islam baik dalam hal
makna dasar maupun dasar filsafat Islam merupakan hal yang amat menarik untuk
dikaji karena mengandung dasar filosofis yang mendalam dan mendasar dalam
rangka memahami, menerapkan dan mengembangkan Islam. Mata kuliah ini
mendeskripsikan sketsa biografis singkat dari para filosof atau pemikir Muslim
dan mengeksplanasi pemikiran otentik atau konsep filsafat mereka yang menjadi
karakteristiknya serta menganalisanya secara kritis.
B. STANDAR
KOMPETENSI
1. Mahasiswa mengetahui hakikat
dasar tentang filsafat Islam dengan sebenarnya, baik artikulasi, objektifitas,
metode, kegunaan maupun hubungannya dengan filsafat Yunani.
2. Mahasiswa mengetahui beragam
pemikiran dan corak filsafat para filosof Muslim, mulai dari al-Kindi hingga
ath-Thusi serta para Filosof Muslim kontemporer lainnya.
3. Mahasiswa memiliki
sikap kritis dan daya analitis yang benar terhadap pemikiran kefilsafatan dalam
Islam secara proporsional berdasarkan aspek ontologis, epitemologis maupun
aksiologisnya.
C. KOMPETENSI
DASAR
1. Hakikat
Filsafat Islam: Artikulasi, Objektifitas, Metode, Kegunaan dan Hubungannya
dengan Filsafat Yunani
2. Pemikiran
Filsafat al-Kindi
3. Pemikiran
Filsafat al-Razi
4. Pemikiran
Filsafat al-Farabi
5. Pemikiran
Filsafat Ikhwan al-Shafa
6. Pemikiran
Filsafat Ibnu Miskawaih
7. Pemikiran
Filsafat Ibnu Sina
8. Pemikiran
Filsafat al-Ghazali
9.
Pemikiran Filsafat Ibnu Bajjah
10. Pemikiran
Filsafat Ibnu Thufail
11. Pemikiran
Filsafat Ibnu Rusyd
12. Pemikiran
Filsafat Suhrawardi
13. Pemikiran
Filsafat al-Thusi
14. Pemikiran
Filsafat Para Filosof Muslim Kontemporer dan Menganalisanya secara
Kritis-Konstruktivis
|
PERTEMUAN
|
INDIKATOR
|
|
1
|
Mahasiswa
memahami Hakikat Filsafat Islam: Definisi, Objektifitas, Metode, Kegunaan dan
Hubungannya dengan Filsafat Yunani
|
|
2
|
Mahasiswa
mengetahui dan mampu menganalisa secara kritis Pemikiran Filsafat al-Kindi
|
|
3
|
Mahasiswa
mengetahui dan mampu menganalisa secara kritis Pemikiran Filsafat al-Razi
|
|
4
|
Mahasiswa
mengetahui dan mampu menganalisa secara kritis Pemikiran Filsafat al-Farabi
|
|
5
|
Mahasiswa
mengetahui dan mampu menganalisa secara kritis Pemikiran Filsafat Ikhwan
al-Shafa
|
6
|
Mahasiswa
mengetahui dan mampu menganalisa secara kritis Pemikiran Filsafat Ibnu
Miskawaih
|
|
7
|
Mahasiswa
mengetahui dan mampu menganalisa secara kritis Pemikiran Filsafat Ibnu Sina
|
|
8
|
Mahasiswa
mengetahui dan mampu menganalisa secara kritis Pemikiran Filsafat al-Ghazali
|
|
9
|
Ujian Tengah Semester (UTS)
|
10
|
Mahasiswa
mengetahui dan mampu menganalisa secara kritis Pemikiran Filsafat Ibnu Bajjah
|
|
11
|
Mahasiswa
mengetahui dan mampu menganalisa secara kritis Pemikiran Filsafat Ibnu
Thufail
|
|
12
|
Mahasiswa
mengetahui dan mampu menganalisa secara kritis Pemikiran Filsafat Ibnu Rusyd
|
|
13
|
Mahasiswa
mengetahui dan mampu menganalisa secara kritis Pemikiran Filsafat Suhrawardi
|
|
14
|
Mahasiswa
mengetahui dan mampu menganalisa secara kritis Pemikiran Filsafat al-Thusi
|
|
14
|
Mahasiswa
mengetahui dan mampu menganalisa secara kritis Filsafat Para Filosof Muslim
Kontemporer dan Menganalisanya secara Kritis-Konstruktivis
|
15
|
Ujian
Akhir Semester (UAS)
|
D. STRATEGI
PEMBELAJARAN
1) METODOLOGI/TEKNIK
PEMBELAJARAN: (1) Ceramah;
(2) Diskusi; (3) Tanya-Jawab; (4) Pemberian Tugas Makalah; (5)
Presentasi; dan (6) Preview Dosen.
2) MEDIA/ALAT
PEMBELAJARAN: (1)
Deskripsi atau Kerangka Umum; (2) Skema/Bagan; dan (3) Slide in Focus.
3) SISTEM PENILAIAN:
Nilai akhir mahasiswa ditentukan
berdasarkan bobot penilaian dengan komposisi sebagai berikut:
a) Absensi
Kehadiran
25 %
b) Makalah,
Presentasi & Aktifitas
Diskusi
25 %
c) Ujian Tengah
Semester (UTS)
25 %
d) Ujian Akhir
Semester
(UAS)
25 %
E. REFERENSI
1) Dedi
Supriyadi, 2009, Pengantar Filsafat Islam: Konsep, Filsuf dan Ajarannya,
Bandung: Pustaka Setia.
2) Hasyimsyah
Nasution, 1999, Filsafat Islam, Jakarta: Gaya Media Pratama.
3) Seyyed
Hossein Nasr dan Oliver Leaman (ed.), 2003, Ensiklopedi Tematis
Filsafat Islam (Buku Pertama), Bandung: Mizan.
4) Muhammad
Maghfur W., 2002, Koreksi atas Kesalahan Pemikiran Kalam dan Filsafat Islam,
Bangil: al-Izzah.
5) Abdul Rozak,
2001, Cara Memahami Islam: Metodologi Studi Islam, Bandung: Gema Media
Pusakatama.
6) Abu Mujahid,
2011, Pemuja Filsafat: Pengantar untuk Tidak Menyukai Filsafat, Bandung:
Toobagus Publishing.
7) Ahmad Zainul
Hamdi, 2004, Tujuh Filsuf Muslim Pembuka Pintu Gerbang Filsafat Barat Modern,
Yogyakarta: PT. LKiS Pelangi Aksara.
8) Ahmad
ibn al-Shiddîq al-Ghamârî al-Hasanî, 2007, Dzamm al-Asyâ’irah wa
al-Mutakallimin wa al-Falâsifah, Riyadh: Dâr al-Tauhîd.
9) Fahd ibn
Shâlih al-‘Ajlân, 1433 H., Ma’rakah al-Nash, Riyadh: Maktab
Majallah al-Bayân.
10) Ibrahim
Hilal, 2002, Epistemologi Ilmu Pengetahuan & Keilmuan Hukum Islam,
Bandung: Lintas Pustaka Publisher.
11) Idri, 2008, Epistemologi
Ilmu Pengetahuan & Keilmuan Hukum Islam, Jakarta: Lintas Pustaka
Publisher.
12) Imam
al-Ghazali, 2012, Tahafut al-Falasifah: Membongkar Tabir Kerancuan Para
Filosof, Bandung: Marja.
13) Miska
Muhammad Amien, 1983, Epistemologi Islam: Pengantar Filsafat Penge-tahuan
Islam, Jakarta: UI-Press.
14) Muhammad
Shiddîq Hasan Khân, 2000, Qashd al-Sabîl ilâ Dzamm al-Kalâm wa
al-Ta’wîl, ed. Sa’îd Ma’syâsyah, Beirut: Dâr Ibn Hazm.
15) Muhammad
Yâsir al-Syaraf, 1981, al-Wahdah al-Muthlaqah ‘inda Ibn al-Sab’în,
Irak: Wazârah al-Tsaqâfah wa al-I’lâm.
16) Muhsin
Labib, 2005, Para Filosof Sebelum dan Sesudah Mullâ Shadrâ, Jakarta:
al-Huda.
17) Mulyadhi
Kartanagara, 2003, Menyibak Tirai Kejahilan: Pengantar Epistemologi Islam,
Bandung: Penerbit Mizan.
18) Muhyar
Fanani, 2009, Ilmu Ushul Fiqh di Mata Filsafat Ilmu, Semarang: Walisongo
Press.
19) Rājih
’Abd al-Hamīd al-Kurdī, 1992, Nazhariyyah al-Ma’rifah baina al-Qur‘ān
wa al-Falsafah, Riyadh: Dār al-Mu‘ayyid dan The International Institute of
Islamic Thought Virginia.
20) Seyyed
Hossein Nasr dan William C. Chittick, 2001, Islam Intelektual: Teologi,
Filsafat & Ma’rifat, Depok: Perenial Press.
21) Sudarsono,
2010, Filsafat Islam, Jakarta: Rineka Cipta.
22) Suparman
Syukur, 2007, Epistemologi Islam Skolastik: Pengaruhnya pada Pemikiran Islam
Modern, Yogyakarta: Pustaka Pelajar dan IAIN Walisongo Semarang.
Komentar
Posting Komentar